Senin, 08 Oktober 2012

1. PERBEDAAN IP PIBLIC DAN IP PRIVATE

 Pengenalan IPv4 dan IPv6 serta IP Private & Public
Ada 2 jenis IP Address yang ada sekarang, yakni ip address versi 4 (IPv4) yang sejak dulu menjadi standar baku pengalamatan dan versi 6 (IPv6) yang merupakan calon pengganti versi terdahulu. Dibuatnya versi penerus disebabkan karena alokasi pengalamatan yang disediakan IPv4 sudah hampir habis, apabila seluruh alamat yang disediakan oleh IPv4 telah terpakai, maka jaringan diseluruh dunia bisa terganggu. Untuk itu, selagi menunggu selesainya proses “pematangan” IPv6, dibuatlah pembagian IP Private & IP Public.
  • Perbedaan IP Private & Public :
- IP Private hanya bersifat lokal & tidak bisa digunakan untuk mengakses internet & penggunaannya bebas.
- IP Public bersifat worlwide, bisa digunakan untuk mengakses internet namun penggunaan atau konfigurasinya tidak bebas (ada yang mengatur).
  • Perbedaan IPv4 & IPv6 :
- IPv4 = 2 [pangkat] 5 = 32 bit, dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing berisi 8 bit & hanya berisi bilangan biner.
- IPv6 = 2 [pangkat] 7 = 128 bit, dibagi menjadi X kelompok masing-masing berisi X bit & berisi bilangan hexadesimal.
Binary Digit, terdiri dari 2 bilangan, yakni angka 0 dan 1.
Pengalamatan IPv4 yakni dengan membagi 32 bit menjadi 4 kelompok, sehingga tiap kelompok berisi 8 bit
nilai desimal IP minimal = 0 (0000 0000) & maksimal = 255 (1111 1111)
Jumlah IP maksimal adalah 256 host, dengan range IP = 0 – 255
note: kenapa hanya 0 – 255, karena perhitungan dimulai dari angka 0

Pembahasan IPv4
IP Address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A – E, namun yang hanya digunakan adalah kelas A, B & C karena kelas D & E digunakan untuk keperluan khusus.
Cara mudah membedakan kelas A, B & C :
1. Kelas A –> kelompok pertama dimulai dari 0000 0000 (0) –> range IP 0 – 127 dan memiliki host maksimum sebanyak 16.777.214
2. Kelas B –> kelompok pertama dimulai dari 1000 0000 (128) –> range IP 128 – 191 dan memiliki host maksimum sebanyak 65.534
3. Kelas C –> kelompok pertama dimulai dari 1100 0000 (192) –> range IP 192 – 223 dan memiliki host maksimum sebanyak 254
note: IP Addressing juga dikelompokkan berdasarkan negara, Indonesia umumnya dimulai dengan kepala 202 & 203
Tiap kelas memiliki 1 slot yang berfungsi sebagai IP Private :
1. Kelas A –> IP 10.x.x.x
2. Kelas B –> IP 172.16.x.x sampai 172.30.x.x
3. Kelas C –> IP 192.168.x.x
IP 127.0.0.1 juga tidak boleh digunakan sebagai IP Public karena berfungsi untuk Local Loop atau Local Host
Lembaga yang mengatur / menyediakan IP Public adalah IANA, singkatan dari Internet Authorized Numbering Association

Pembahasan Network ID & Host ID
Network ID atau NID menunjukkankan alamat dari jaringannya.
Host ID atau HID menunjukkan jumlah dari host yang ada.
Keduanya tidak dapat dipisahkan, jika diasumsikan dengan kehidupan sehari-hari, NID merupakan nama jalan & HID merupakan No Rumah.
Cara cepat mengetahui NID & HID suatu alamat IP :
1. Jika IP Kelas A –> Lihat nilai kelompok pertama
2. Jika IP Kelas B –> Lihat nilai kelompok pertama & kedua
3. Jika IP Kelas C –> Lihat nilai kelompok pertama, kedua & ketiga
note: HID merupakan “sisa” NID
contoh :
a. IP Address 10.11.200.17
jawab
- IP merupakan kelompok kelas A
- NID merupakan nilai kelompok alamat pertama, yaitu 10.0.0.0
- HID 11.200.17

b. IP Addr 156.20.14.70
[jawab]
- IP merupakan kelompok kelas B
- NID merupakan nilai kelompok alamat pertama & kedua, yaitu 156.20.0.0
- HID 14.70
c. IP 202.95.158.19 –> Kelas C dengan NID = 202.95.0.0 dan HID = 158.19
Apa soal tersebut benar?
jawab 1 Benar, jika ada parameter Netmask = 255.255.0.0
jawab 2 Salah, seharusnya NID = 202.95.158.0 dan HID = 19
d. Berapa range HID IP Addr 192.168.1.0?
jawab range 192.168.1.1 sampai 192.168.1.255

2.  IANA.orgInternet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah departemen ICANN yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan beberapa elemen kunci yang menjaga Internet berjalan lancar. Sementara Internet adalah terkenal karena jaringan di seluruh dunia bebas dari koordinasi pusat, terdapat kebutuhan teknis untuk beberapa bagian penting dari Internet yang akan dikoordinasikan secara global - dan ini peran koordinasi dilakukan oleh IANA.Secara khusus, IANA mengalokasikan dan memelihara kode unik dan sistem penomoran yang digunakan dalam standar teknis ("protokol") yang mendorong Internet.Berbagai kegiatan IANA yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori:
  • Domain Names
    IANA mengelola akar DNS, int dan. ARPA. Domain, dan sumber daya IDN praktek.
  •     Number Resources
    IANA koordinat kolam global IP dan nomor AS, memberikan mereka untuk Regional Internet Registries.
  •     Protocol Assignments
     Sistem penomoran internet protokol dikelola oleh IANA dalam hubungannya dengan badan standar.IANA adalah salah satu lembaga Internet tertua, dengan kegiatan dating kembali ke tahun 1970-an. Hari ini adalah satu set layanan yang disediakan oleh Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor, sebuah organisasi non-profit internasional yang terorganisir yang dibentuk oleh komunitas internet untuk membantu wilayah koordinat IANA tentang tanggung jawab.
Mission Statement

Pernyataan ini menggambarkan peran dari Departemen IANA:

    
Tim IANA bertanggung jawab atas aspek operasional koordinasi pengidentifikasi unik Internet dan menjaga kepercayaan dari masyarakat untuk menyediakan layanan ini secara objektif, bertanggung jawab dan efektif.Kebijakan IANAIANA bertujuan untuk tidak langsung menetapkan kebijakan di mana ia beroperasi, bukan kebijakan yang disepakati menerapkan prinsip-prinsip dan secara netral dan bertanggung jawab. Menggunakan forum pengaturan kebijakan yang disediakan oleh ICANN, pengembangan kebijakan untuk operasi nama domain dan alamat IP yang dicapai oleh berbagai pihak. ICANN memiliki struktur pendukung organisasi yang berkontribusi terhadap memutuskan bagaimana ICANN berjalan, dan pada gilirannya bagaimana IANA berkembang. Perkembangan protokol internet, yang sering mendikte bagaimana tugas protokol harus dikelola, yang tiba di dalam Internet Engineering Task Force, Teknik Internet Group Pengarah, dan Dewan Arsitektur Internet.Untuk meningkatkan operasinya, IANA secara aktif terlibat dalam penjangkauan juga. Seperti halnya dalam forum ICANN, IANA berpartisipasi dalam pertemuan dan diskusi dengan operator TLD, Regional Internet Registries, dan komunitas lain yang relevan. Otorita menyediakan helpdesk berawak pada pertemuan IETF untuk memungkinkan satu-ke-satu interaksi dengan masyarakat terbesar pengguna - pengembang protokol.

3. IDNIC.net
  • Latar Belaka
Dengan pertumbuhan jaringan Internet yang cukup pesat, kebutuhan untuk mengorganisir informasi jaringan secara baik dan berkesinambungan sangan diperlukan. Tanpa adanya basis informasi jaringan yang dikelola dengan baik, pertumbuhan Internet di Indonesia akan terhambat, bahkan dapat menimbulkan kekacauan yang mengganggu stabilitas jaringan Internet secara keseluruhan. Pengelolaan informasi nasional adalah tanggung jawab yang harus kita pikul demi nama baik bangsa Indonesia.
Di negara-negara lain, pusat informasi jaringan yang lebih di kenal sebagai “Country NIC” telah banyak dikembangkan. Karena latar belakang pertumbuhan Internet yang cukup beragam disetiap negara, pusat informasi jaringan di suatu negara bisa saja dikelola oleh swasta, akademi atau pemerintah. Di kawasan Asia telah dikenal adanya JP-NIC (Jepang) yang didukung oleh PJI PJI di Jepang, TW-NIC (Taiwan) yang dikelola oleh Pusat Komputer Kementrian Pendidikan Taiwan, KR-NIC (Korea) yang disponsoro oleh National Computerization Agency, dan SG-NIC (Singapura) yang dikelola oleh National Computer Board milik Pemerintah Singapura.
Peranan dan lingkup kerja dari country NIC juga bisa berbeda di setiap negara. Ada yang terfokus pada pembagian alamat IP, pendaftaran dan pengelolaan domain, ataupun informasi-informasi lain yang relevan. Untuk Indonesia, fungsi pendaftaran dan pengelolaan domain TLD-ID Country (Top Level Domain yang menandakan negara Indonesia) sudah dipelopori oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PUSILKOM UI).

  • Tujuan
Indonesia Network Information Center (ID-NIC) adalah inisiatif yang didukung sepenuhnya oleh APJII dengan tujuan tersedianya pengelolaan informasi jaringan nasional yang mandiri dan berkelanjutan.
ID-NIC akan mengembangkan fungsi dan peranannya dalam penyediaan informasi jaringan di Indonesia, sesuai dengan kebutuhan di dalam negeri maupun untuk kepentingan masyarakat Internasional.

  • Alokasi Alamat IP
Pada saat ini pengalokasian alamat IP untuk PJI di Indonesia masih dilakukan oleh APNIC, suatu organisasi yang ditunjuk oleh IANA untuk melakukan pembagian IP address di kawasan Asia. Organisasi serupa yang menangani kawasan Amerika adalah ARIN, sedangkan di Eropa adalah RIPE-NCC.
APJII akan mendapatkan delegasi dari APNIC untuk membagikan IP address di Indonesia. PJI di Indonesia akan memperoleh manfaat karena tidak perlu lagi menjadi anggota langsung APNIC (biaya keanggotaan berkisar 2,500 – 10,000 USD pertahun) untuk mendapatkan alokasi IP address. Hal ini dapat juga dilihat sebagai upaya penghematan devisa.
Perusahaan yang membutuhkan alamat IP yang independen terhadap PJI juga dapat dilayani oleh APJII, dengan biaya alokasi yang akan ditetapkan kemudian.

  • Pendaftaran Domain
Pada saat ini pendaftaran domain TLD-ID sudah dikelola APJII bersama PUSILKOM UI. Sesuai dengan amanat Munas APJII, fungsi ini akan diintegrasikan dalam ID-NIC.
ID-NIC akan berperan dalam menentukan kebijakan domain di Indonesia, didukung oleh para pakar, publik, pemerintah dan badan-badan swasta, terutama dalam lingkup country top level domain “.id” (yang menandakan kode negara Indonesia).
Registrasi dan pengelolaan Domain akan dilaksanakan oleh badan pengelola yang ditunjuk secara transparan. Badan pengelola akan bekerja secara swa-dana, dengan sumber pemasukan dari proses registrasi dan pemeliharaan domain. Dana yang diterima akan digunakan untuk menutup biaya operasional, sedangkan sisanya untuk membiayai riset dan pengembangan agar pelayanan pengelolaan domain kepada masyarakat dapat ditingkatkan terus.
ID_NIC akan berpartisipasi aktif dalam penentuan kebijakan pengelolaan domain Internasional.
Saat ini APJII sebagai penandatangan gTLD MoU di International telecommunication Union (ITU), lembaga di bawah naungan PBB.

  • Direktori Internet Indonesia
Direktori Internet Indonesia adalah fasilitas untuk mencarai informasi mengenai jaringan-jaringan di Indonesia, nama-namapersonalia yang bertanggungjawab atas pengelolaan jaringan tersebut, serta informasi yang dapat membantu berbagai pihak mengetahui lebih lanjut mengenai jaringan Internet di Indonesia. Dalam terminology popular, basis data ini lebih dikenal sebagai ‘whois database’.
APJII, melalui program ID-NIC akan membuat ‘whois database’ sebagai langkah awal inventarisasi informasi jaringan internet di Indonesia.

  • Pengembangan
Pusat informasi yang akan dikembangkan dalam program ID-NIC akan terus dikembangkan sehingga mencakup fasilitas-fasilitas yang lebih luas, misalnya search engine, direktori industri, pusat pertukaran informasi, dan layanan lain yang bermanfaat bagi seluruh PJI dan pengguna Internet di Indonesia. Program-program lanjutan akan dikomunikasikan ke masyarakat untuk mendapatkan umpan balik, sehingga prioritas dapat diberikan pada hal-hal yang mempunyai dampak terbesar bagi publik.

4.  125.163.166.14

5.  C:\Documents and Settings\Gnet12>tracert email.com

Tracing route to email.com [216.246.74.34]
over a maximum of 30 hops:

  1    <1 ms    <1 ms    <1 ms  192.168.0.1
  2    32 ms    34 ms    27 ms  1.subnet125-163-164.speedy.telkom.net.id [125.16
3.164.1]
  3     *       28 ms    27 ms  205.subnet125-160-11.speedy.telkom.net.id [125.1
60.11.205]
  4    27 ms    27 ms    31 ms  61.94.114.117
  5    56 ms    55 ms    70 ms  226.128.240.180.telin.sg [180.240.128.226]
  6    50 ms    51 ms    55 ms  225.128.240.180.telin.sg [180.240.128.225]
  7    52 ms    52 ms    52 ms  116.51.26.37
  8    59 ms    53 ms    66 ms  ae-2.r20.sngpsi02.sg.bb.gin.ntt.net [129.250.4.1
42]
  9   244 ms   266 ms   244 ms  as-3.r20.snjsca04.us.bb.gin.ntt.net [129.250.3.8
8]
 10   301 ms   302 ms   294 ms  ae-5.r21.chcgil09.us.bb.gin.ntt.net [129.250.3.1
06]
 11   300 ms   297 ms   296 ms  ae-2.r06.chcgil09.us.bb.gin.ntt.net [129.250.4.2
02]
 12   318 ms   296 ms   304 ms  xe-0-6-0-5.r06.chcgil09.us.ce.gin.ntt.net [129.2
50.193.18]
 13   390 ms   310 ms   323 ms  121.xe-0-0-0.cr1.iad1.us.scnet.net [205.234.255.
25]
 14   311 ms   321 ms   318 ms  unknown.scnet.net [216.246.102.226]
 15   319 ms   305 ms   323 ms  unknown.scnet.net [216.246.74.34]

Trace complete.


Selasa, 03 Juli 2012

Layanan Jaringan

 LAYANAN JARINGAN KOMPUTER

Manfaat Jaringan Komputer
•    Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara
bersamasama.
•    Reliabilitas Tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan
reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan.
•    Menghemat Uang, Komputer berukutan kecil mempunyai rasio
harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar.

Protokol TCP/IP
Awal mula TCP/IP disebut NCP ( Network Control Protocol), merupakan proyek penelitian dari Departemen Pertahanan AS untuk ARPAnet (Advanced Research Project
Agency Network) TCP bertanggung jawab melakukan transmisi data yang tepat dari suatu node pada jaringan ke jaringan yang lain TCP melakukan koneksi dengan komputer lain, TCP membuat dan mengirimkan paket yang diminta oleh komputer yang menginginkannya Protokol IP berfungsi mengatur pengiriman data agar sampai ke tujuan yang tepat. Agar masing masing komputer yang terhubung ke jaringan dapat dikenali,maka tiap komputer diberi alamat yang unik yang disebut IPaddress.
SpesifikasiProtokolIP:
1.   Tidak tergantung pada jenis hostdanperalatan (termasukrouter)
2.   Dapat dijalankan pada berbagai jenis jaringan
3.   Adaptif terhadap perubahan dan pertumbuhan jaringan
4.   Mampu menghubungkan jaringan berteknologi lama dan baru
5. Dapat mendukung koneksi layer atas yang Conection  Oriented  maupun Connectionless
Main Core
•    File Sharing & Printer Sharing : mempermudah pertukaran dan pengolahan data, sehingga pengaksesan file pada komputer lain menjadi lebih mudah
•    Database : sekumpulan informasi yang diorganisir dengan suatu cara sehingga aplikasi komputer dapat dengan mudah mengambil data yang diinginkan
•    DNS ( domain name server) : layanan pada jaringan yang berfungsi menerjemahkan domain menjadi alamat IP suatu komputer. Misal : mengakses www.contoh.com, maka DNS server akan menerjemahkannya menjadi 202.101.55.22
•    WEBSITE : merupakan kumpulan dari halaman-halaman web yang saling berhubungan (memiliki hyperlink/link) dan memiliki tema tertentu
-URL (uniform resource locator) :sistem penamaan situs web
-WWW : merupakan bagian dari protokol bahasa HTTP yang paling populer, dibangun oleh CERN, sebuah laboratorium fisika di EROPA, mulai dikembangkan semenjak tahun 1991.
- HTML (hypertext markup language) : bahasa program yang digunakan untuk menulis format dokumen yang dapat diakses dalam web
- Chat : sebuah fasilitas internet yang memungkinkan sejumlah pengguna yang bergabung di dalamnya untuk berkomunikasi atau bercakap-cakap secara langsung (real-time) lewat tulisan yang diketikkan oleh masing-masing peserta chat. Contoh program
chat yang terkenal yaitu IRC dan ICQ.
- Email (singkatan dari electronic mail) atau surat elektronik ialah pesan tertulis yang dikirim dari seorang pengguna komputer kepada pengguna komputer yang lain dengan
menggunakan fasilitas program pengiriman data yang disediakan oleh sebuah server komputer yang terhubung dengan internet.
- Mailing List disingkat Milis yaitu kumpulan atau daftar dari sejumlah alamat e-mail yang digabungkan menjadi satu alamat e-mail. Email yang dikirim oleh seorang anggota milis ke alamat email milis tersebut akan diterima secara serentak oleh seluruh anggota milis yang bersangkutan. Dengan demikian akan terjadi semacam diskusi tertulis jarak-jauh antar para anggota milis
- Download yaitu mengambil file (baik berupa file program, teks, gambar, audio, video, dan lain-lain) dari dari sebuah komputer di internet ke komputer pribadi (user). Kebalikannya adalah Upload yaitu mengirim file dari komputer sendiri (user) ke komputer lain lewat jalur atau fasilitas internet.

FTP  (file transfer protocol) : merupakan protokol yang bertanggung jawab pada pertukaran file di internet.
-SFTP (securer  transfer protocol)
-SCP (secure copy), bekerja diatas protokol SSH (secure
Shell) untuk proses autentifikasi dan data transfer sehingga  data dan file yang dilewatkan mendapatkan keuntungan dari  fitur enkripsi & keamanan protokol SSH
 WAP (wirelss application protocol) : pengaksesan internet via peralatan wireless (tanpa kabel) seperti handphone, PDA
 Keuntungan WAP :
1. Sangat ringkas
2. Mudah digunakan
3. Dimana saja dengan syarat ada sinyal  telepon
4.. Bisa menggunakan media apa saja
WEBLOG : aplikasi website yang berisi komentar yang secara berkala diperbarui oleh pemiliknya. Bisa bermacam-macam topik, mulai dari diary pribadi, agenda politik atau program komersial.

Standarisasi Protokol

Standarisasi Protokol.

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.
Protokol Komunikasi TCP/IP Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, di antaranya adalah :
1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP.
2. Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
3. Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))
UDP ( User Datagram Protokol) adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
  • Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
  • Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment.
  • UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
  • UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
  • UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
  • UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
 UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
  • Protokol yang “ringan” (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
  • Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah Trivial File Transfer Protocol (TFTP) dan Network File System (NFS)
  • Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol Routing Information Protocol (RIP).
  • Transmisi broadcast: Karena UDP merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan alamat multicast atau broadcast. Hal ini kontras dengan protokol TCP yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.
PESAN UDP , berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages).

Cara kerja Domain Name Sistem
a) Resolvers mengirimkan queries ke name server b) Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message c) Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server.
Point-to-Point Protocol
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.
Serial Line Internet Protocol
Serial Line Internet Protocol dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut Disingkat dengan SLIP. Alat bantu lainnya dalam SLIP adalah PPP yang mendeteksi kesalahan dan konfigurasi
Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari keluarga. ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
IMAP (Internet Message Access Protocol)
IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada.
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
adalah suatu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik atau email di Internet. Protokol ini gunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
Untuk menggunakan SMTP bisa dari Microsoft Outlook. biasanya untuk menggunakan SMTP di perlukan settingan :
1. Email Address : contoh —> anda@domainanda.com 2. Incoming Mail (POP3, IMAP or HTTP) server : mail.doaminanda.com 3. Outgoing (SMTP) server : mail.domainanda.com 4. Account Name : anda@domainanda.com 5. Password : password yang telah anda buat sebelumnya
HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) suatu protokol yang digunakan oleh WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.
HTTPS https adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web. Ditemukan oleh Netscape Communications Corporation untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris.
Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual.
Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’ bukan dengan ‘http://’
Kesalahpahaman yang sering terjadi pada pengguna kartu kredit di web ialah dengan menganggap HTTPS “sepenuhnya” melindungi transaksi mereka. Sedangkan pada kenyataannya, HTTPS hanya melakukan enkripsi informasi dari kartu mereka antara browser mereka dengan web server yang menerima informasi. Pada web server, informasi kartu mereke secara tipikal tersimpan di database server (terkadang tidak langsung dikirimkan ke pemroses kartu kredit), dan server database inilah yang paling sering menjadi sasaran penyerangan oleh pihak-pihak yang tidak berkepen
SSH (Sucure Shell)
SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri.
Telnet (Telecommunication network)
Adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
FTP ( File Transfer Protocol )
FTP ( File Transfer Protocol ) adalah sebuah protocol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) computer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.
Tujuan FTP server adalah sebagai beikut :
 1. Untuk men-sharing data.
 2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
 3. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi User.
 4. Untuk menyediakan tranper data yang reliable dan efisien.
LDAP LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) adalah protokol perangkat lunak untuk memungkinkan semua orang mencari resource organisasi, perorangan dan lainnya, seperti file atau printer di dalam jaringan baik di internet atau intranet.
SSL (Secure Socket Layer)
SSL (Secure Socket Layer) adalah arguably internet yang paling banyak digunakan untuk enkripsi. Ditambah lagi, SSL sigunakan tidak hanya keamanan koneksi web, tetapi untuk berbagai aplikasi yang memerlukan enkripsi jaringan end-to-end.

Teknologi Wireless

TEKNOLOGI WIRELESS

Wireless atau wireless network merupakan sekumpulan perangkat elektronik  yang saling terhubung antara satu dengan lainnya sehingga terbentuk sebuah jaringan komunikasi data dengan menggunakan media udara/gelombang sebagai jalur lintas datanya. Jika LAN masih menggunakan kabel sebagai media lintas data, sedangkan wireless menggunakan media gelombang radio/udara.
Macam-macam type dari teknologi wireless antara lain :
1.   Wireless Personal Area Network (WPAN), mewakili teknologi personal area    network wireless seperti:
•    Radio Frequensi (RF)
•    Infra Red  (IR)
•    Bluetooth
2.   Wireless Wide Area Network (WWAN), WWAN meliputi teknologi dengan daerah jangkauan luas seperti selular 2G, 3G, 4G, Cellular Digital Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM), dan CDMA.
3.   Wireless Local Area Network (WLAN), WLAN, mewakili local area network wireless, termasuk diantaranya adalah 802.11, HiperLAN, dan beberapa lainnya.

IEEE 802.11
IEEE 802.11 adalah standar yang diberikan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) untuk penggunaan jaringan wireless (Wireless Local Area Networks – WLAN)
Terdapat tiga varian terhadap standard atau protocol tersebut yaitu:
1.    802.11a
2.    Standar 802.11b
3.    Standar 802.11g
4.    Standart 802.11n

 

 
 Tabel 1. Perbandingan standar jaringan 802.11

Diagram skematik dari dua aplikasi pada wireless LAN dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini :
 

Jenis-jenis Perangkat keras (Hardware) Wireless :
•    Access Point, Access Point ini berfungsi sebagai konverter sinyal radio yang dikirimkan menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui perangkat WLAN lainnya untuk kemudian akan dikonversikan kembali menjadi sinyal radio oleh receiver.
•    Wireless LAN Interface, Alat ini biasanya merupakan alat tambahan yang dipasangkan pada PC atau Laptop.
•    Mobile/Desktop PC, Perangkat akses untuk pengguna (user) yang harus sudah terpasang media Wireless LAN interface baik dalam bentuk PCI maupun USB.
•    Antena External, digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini bisa dirakit sendiri oleh client (user), misal : antena kaleng.

Keuntungan & Kekurangan  dari ”Wireless Fidelity (Wi-Fi)
Keuntungan wireless(Wi-Fi):
1.    Pemakai tidak dibatasi ruang gerak dan hanya dibatasi pada jarak jangkauan dari satu titik pemancar WIFI.
2.    Jarak pada sistem WIFI mampu menjangkau area 100 feet atau 30M radius.
3.    Perangkat wireless untuk teknologi wireless Wi-Fi ini sudah umum digunakan dan harganya sudah menjadi relatif murah.
4.    Sebagian besar notebook tipe terbaru sudah dilengkapi dengan perangkat network wireless dengan teknologi Wi-Fi ini.
5.    Area jangkauan yang lebih fleksible dikarenakan tidak dibatasi oleh jaringan distribusi seperti bila menggunakan kabel UTP maupun fiber optic. Secara teoritis dengan daya pancar 100mW sudah dapat menjangkau area (berbentuk lingkaran) 1 – 2 km didukung dengan tinggi tower yang memadai.

Kekurangan Wireless (Wi-Fi) :
1.    Untuk menggunakan WiFi kita harus ada di area yang dijangkau oleh WiFi atau   istilahnya ‘hotspot’.
2.    Area jangkauan WiFi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok.
3.    Access Point lebih mudah disusupi virus.
4.    Pertukaran data gampang disadap.
5.    Penggunaan baterai relative lebih tinggi apabila dibandingkan dengan penggunaan standar, sehingga   menyebabkan baterai cepat lemah atau habis (mempersingkat daya tahan baterai) dan menyebabkan panas.